Bimbingan Teknis Pengembangan Kapasitas Pelaku Event dari Sektor Industri Pariwisata Petualangan dan UMKM di Aceh

Kegiatan Bimbingan Teknis pengembangan kapasitas pelaku event dari sektor industri pariwisata petualangan dan UMKM di Aceh. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara Kemenparekraf, Komisi X DPR-RI, Pemda di Provinsi Aceh, yang dikemas dalam bentuk talkshow yang telah dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 26-27 September 2021. Berikut poin-poin yang kami laporkan:

🔸HARI 1: Minggu, 26 September 2021, pukul 11.00 – 15.10 WIB di Hotel Al-Hanifi, Kota Banda Aceh.🔸
“MERANCANG EVENT DAERAH DENGAN POTENSI ADVENTURE TOURISM”
1️⃣ Kegiatan dihadiri oleh:
1. Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal (Anggota DPR RI Komisi X)
2. Bapak Azwani Awi (Ketua ASPPI Aceh)
3. Bapak Reza Fahlevi (Direktur Event Daerah Kemenparekraf)
4. Bapak Jamaluddin (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh)
6. 43 peserta yang hadir secara offline dan 20 peserta yang hadir secara online
2️⃣ Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Pembacaan Doa oleh Muhammad Idam
3️⃣ Penampilan pertama yaitu kesenian tradisional Ratoeh Jaroe oleh Sanggar Get Samena
4️⃣ Talkshow dan diskusi dengan para narasumber, yaitu Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal, Bapak Azwani Awi, Bapak Reza Fahlevi, dan Bapak Jamaluddin. Berikut poin-poin hasil diskusi:
🔹Bu Illiza menyampaikan Potensi Adventure Tourism di Aceh dan cara agar penyelenggaraan event tetap harus berlangsung pada situasi saat ini yang terbilang cukup sulit untuk menyelenggarakan event dikarenakan adanya pandemi sehingga kita harus melahirkan inovasi dan kreatifitas yang baru agar dapat beradaptasi dengan situasi yang ada.
🔹Pak Kadis menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh selalu membuat Calendar of Event dengan cara berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota dalam pelaksanaan eventnya.
🔹Pak Reza menyampaikan bahwa menyampaikan bahwa untuk menyelenggarakan event kita harus lihat juga event-event lain yang lain, dan harus membuat differensiasi dari event lainnnya, sehingga kita mampunyai keunikan sendiri dibandingkan yang lainnya.
🔹Pak Popon (Azwani) menyampaikan bahwa saat ini pemerintah Aceh sudah sangat fleksibel dalam mengeluarkan perizinan jika syarat-syarat sudh terpenuhi.

5️⃣ Sesi tanya jawab antara para narasumber dengan pesera offline maupun online
🔹Dalam sesi tanya jawab, sebagian besar peserta lebih banyak berdiskusi dan menyampaikan saran untuk menggunakan kapal malahayati layaknya labuan bajo; agar event tidak hanya diselenggarakan dalam Banda Aceh saja tetapi diselenggarakan di luar Banda Aceh juga; melakukan pelatihan hospitality secara intensif di destinasi lain luar Banda Aceh; serta masih kurangnya Information Center di Aceh seperti Aceh Tourism Board yang mungkin dapat menunjukkan wisatawan bagaimana cara menuju ke Aceh.

– Menanggapi hal tersebut Ibu Iliza menyampaikan apresiasi terhadap saran-saran yang telah didapatkan, menurut Bu Iliza mengenai kapal Malahayati, sudah pernah di diskusikan dan rencananya akan digelar tiap tahun dengan tujuan mengcreate kapal masa lalu dan mendatangkan kapal-kapal pesiar sehingga akan singgah serta menikmati kegiatan tersebut serta dikoneksikan dengan event lainnya. Tetapi menurutnya masih belum terdapat konektivitas antara program provinsi dan kab/kota dengan event tahunan yang berkesinambungan. Dan dasar Aceh Tourism Board masih kurang dan sehingga perlu dibuat regulasi local untuk mengatur keluar masuk turis ke wilayah Aceh agar dapat termonitor. Serta Pak Reza menambahkan bahwa Tren pariwisata kedepan selama masa pandemi disebut dengan “NEWA” yaitu Nature Eco Wellness Adventure sehingga saat ini lebih diminati sesuatu dalam tren NEWA tersebut. Kita masih punya tantangan dalam memajikan hospitality, tetapi kita juga masi mempunyai PR tamahan yaitu standar CHSE yang menjadi syarat mutlak. Jika kita tidak menepati stardart CHSE kita akan mudah tersaingi, dan Domestic Tourism dapat menjadi suatu andalan untuk sementara ini.
6️⃣ Penampilan kedua yaitu kesenian tradisional Rapa’i Geleng
7️⃣Kegiatan ditutup oleh penyerahan souvenir eksklusif dari DPR kepada para narasumber.

🔸HARI 2: Senin, 27 September 2021, pukul 09.00 – 12.00 WIB di Coffe Bay, Kota Banda Aceh.🔸

“ATRAKSI EVENT SEBAGAI PROMOSI UMKM”
1️⃣ Kegiatan dihadiri oleh:
1. Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal (Anggota DPR RI Komisi X)
2. Ibu Wan Windi Lestari (Direktur Aceh Culinary Festival)
3. Bapak Reza Fahlevi (Direktur Event Daerah Kemenparekraf)
4. Bapak Jamaluddin (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh)
6. 41 ypeserta yang hadir secara offline dan 30 peserta yang hadir secara online
2️⃣ Kegiatan diawali dengan Pembacaan Doa oleh Muhammad Idam
3️⃣Penyerahan souvenir eksklusif dari DPR kepasa para narasumber
4️⃣Talkshow dan diskusi dengan para narasumber, yaitu Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal, Ibu Wan Windi, Bapak Reza Fahlevi, dan Bapak Jamaluddin. Berikut poin-poin hasil diskusi:
🔹Bu Illiza menyampaikan kegiatan ini mendiskusikan bagaimana bentuk-bentuk event yang cocok untuk mempromosikan UMKM secara virtual agar bisa tetap diminati.
🔹Pak Reza Pahlevi menyampaikan bahwa kedepannya yang menjadi segmen wisatawan adalah sesuatu yang berkualitas yang dapat menghadirkan kesan bagi wisatawan salah satunya adalh kuliner.
🔹Ibu Wan Windi juga menyampaikan perkembangan dari penyelenggaraan kegiatan Aceh Culinary Festival selama 7 tahun terakhir yang awalnya bertujuan sebagai media promosi bagi UMKM.
5️⃣Sesi tanya jawab antara para narasumber dengan pesera offline maupun online
🔹 Dalam sesi tanya jawab, sebagian besar peserta lebih banyak berdiskusi perihal cara agar suatu produk/event dapat terkenal ke ranah nasional maupun internasional; manfaat UMKM bagi event yang diselenggarakan; Target pengembangan pulau banyak; mengharapkan adanya sosialisasi doleh Dispar dan Dinas Koperasi untuk memaparkan Aceh Foods Apps kepada masyarakat; serta kiat-kiat apa saja yang dilakukan untuk memajukkan UMKM di Banda Aceh?
-IBu Wan Windi memberi tanggapan agar dalam mengembangkan suatu produk/event jangan melihat hanya sebagai suatu pekerjan/project tetapi anggap sebgai brand yang harus dikembangkan, dibangun serta dijaga. Ibu Windi juga menambahkan bahwa UMKM merupakan komponen yang sangat vital bagi pelaksanaan event, karena UMKM merupakan suatu komunitas dari event tersebut dan untuk sosialisasi Aceh Foods Apps memang saat ini kami masih melakukan sosialisasi yang massif karena masih merupakan percobaan pertama. Serta Pak Reza menambahkan mengenai target pengembangann Pulau Banyak, target khusus secara nasional dari Kemenparekraf yaitu mendorong terbentuknya destinasi dan atraksi baru dan tentu keberadaan Pulau Singkil sebagai Kawasan potensi wisata bahari akan menjadi destinasi yang menarik kedepannya. Tanggapan lain oleh Pak Kadis mengenai kiat-kiat yang dilakukan dalam memajukan UMKM di Aceh adalah terdapat program-program terkait pelatihan terhadap teman-teman ekraf dan kegiatan yang berkaitan dengan digital marketing.
6️⃣ Penampilan pertama yaitu stand up comedy Ayed Wazy
7️⃣Kegiatan ditutup oleh penampilan band Sinar Project

Demikian kami sampaikan . Terima kasih 🙏🏻

Suasana bimtek hari pertama
Sesi presentasi hari pertama
Sesi tanya jawab dan foto bersama hari pertama
Pertunjukan saat talkshow hari pertama
Suasana bimtek hari kedua
Sesi presentasi hari kedua
Sesi tanya jawab dan foto bersama hari kedua
Pertunjukkan saat talkshow hari kedua
Author:

Tinggalkan Balasan