Inovasi Digital Dalam Penyelenggaraan Event Daerah

Inovasi Digital Dalam Penyelenggaraan Event Daerah telah dilaksanakan secara hybrid pada hari Sabtu, 18 September 2021, pukul 13:00 – 16:30 WIB di Hotel Grand Sunshine Soreang, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara Kemenparekraf dan Komisi X DPR-RI. Berikut poin-poin yang kami laporkan:

1️⃣ Kegiatan dihadiri oleh:
1. Bapak Dede Yusuf M. Effendi, Wakil Ketua Komisi X DPR RI
2. Bapak Reza Fahlevi, Direktur Event Daerah Kemenparekraf
3. Bapak Hidayat Ramdhan, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bandung
4. Bapak Ignasius Galih Sedayu, Praktisi Event dari ICCN
5. Bapak Vena Andriawan, Kabid Promosi dan Ekraf Disparbud Kab. Bandung
6. 40 orang pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif kabupaten Bandung yang hadir secara offline dan 30 orang hadir secara online, terdiri dari komunitas:
* Pemuda penggerak pariwisata kabupaten Bandung (Paprika)
* Viral in Tiktok meningkatkan income (Vitamin)
* Mussipreneur : music & entrepreneur
* I’mfluencer : Komunitas influencer Kab. Bandung

2️⃣ Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Pembacaan Doa oleh Bapak M. Sofiyurahman.

3️⃣ Penampilan kesenian tradisional Tari Rucita Wani dari Sanggar Cantika Studio

4️⃣ Talkshow dan diskusi dengan para narasumber, yaitu Bapak Dede Yusuf M. Effendi, Bapak Reza Fahlevi, Bapak Hidayat Ramdhan, Bapak Galih Sedayu yang dipandu oleh Bapak Vena Andriawan. Berikut poin-poin hasil diskusi:

🔹Pengantar dari Bapak Dede Yusuf mengenai konsep kegiatan Inovasi Digital dalam Penyelenggaraan Event Daerah karena para pelaku dan pekerja event saat ini sudah makin banyak terdampak dari berkurangnya event-event saat ini, sehingga penggunaan ruang digital saat ini sangat diperlukan dalam bersosialisasi, menyampaikan informasi kepada publik, mendengarkan aspirasi masyarakat. Bagaimana memaksimalkan dunia digital dalam kehidupan sehari-hari dan dimanfaatkan oleh para pelaku seni serta pekerja kreatif karena dapat menjadi salah satu platform untuk penyelenggaraan event pada masa pandemi ini.

🔹Pertanyaan dari moderator kepada para narasumber :
🔸Bapak Galih Sedayu (ICCN)
* Bagaimana kondisi event di Jawa Barat pada saat pandemi?
* Jawab : dengan berkurangnya event akan berdampak pada seluruh sektor, terutama ekonomi, sosial budaya, . Ekosistem event yang terdiri atas SDM, Riset & pengembangan, produk/jasa (musik, tarian, kuliner); pasar (destinasi wisata, festival, konser musik) juga menjadi sektor yang terdampak. Dalam mengembangkan ekosistem event, pentingnya menentukan tujuan (goals), output (key performance indicator), dan outcome (objective key result) agar dapat membuat arah & strategi program ke depannya.

🔸Bapak Hidayat Ramdhan (Sekdisparbud Kab. Bandung)
* Bagaimana pemerintah daerah menyikapi event pada masa pandemi?
* Jawab : Saat ini yang terutama dari masyarakat adalah disiplin diri dalam penerapan prokes, mengikuti program vaksinasi, supaya kondisi pandemi lekas membaik dan kehidupan bisa berangsur normal. Tetap mengembangkan program daerah seperti kalam budaya, yaitu kolaborasi kearifan lokal & budaya, salah satu upaya menampilkan budaya lokal menjadi aset promosi daerah.

🔸Bapak Reza Fahlevi (Direktur Event Daerah)
* Bagaimana kondisi event daerah di Indonesia dan bagaimana solusi di masa pandemi?
* Jawab : Ekosistem event menjadi hal penting dalam pengembangan event di suatu daerah karena semua saling berkaitan. Terobosan atau inovasi menjadi penting saat ini, Kemenparekraf bekerjasama dengan DPR untuk memberikan inspirasi dan mendengarkan aspirasi rakyat melalui ruang digital. Dalam hal kebijakan, Kemenparekaf telah mengeluarkan Panduan CHSE Event untuk membantu stakeholder event di masa pandemi dan tetap mendukung penyelenggaraan event-event di daerah nantinya melalui sistem aplikasi 1 pintu.

🔹Tanggapan Bapak Dede Yusuf terhadap kondisi event saat ini di Indonesia yaitu Event adalah esensi dari sebuah pertunjukkan, untuk dapat mempromosikan suatu daerah tidak hanya menampilkan destinasinya saja tapi juga event. Seperti di Banyuwangi dan Jember yang memiliki icon event daerahnya. Tanpa adanya ide kreatif dan dana akan sulit mengembangkan event yang iconic dan mampu mengangkat ciri khas daerah. Keunikan budaya lokal juga bisa menjadi potensi ide kreatif dalam menciptakan event daerah, seperti upcara Nyangku di daerah Ciamis, Sekaten di Yogyakarta.
Penggunaan sosial media pribadi seperti YouTube menjadi ajang transformasi inovasi digital yang dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana mendengar aspirasi rakyat dan penciptaan ide-ide kreatif event. Pemerintah daerah harus memiliki visi yang jelas dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam konsep digital.

🔹Sesi tanya jawab antara para narasumber dan peserta offline maupun online.

5️⃣ Penyerahan souvenir eksklusif dari DPR kepada para narasumber.

6️⃣ Kegiatan ditutup oleh penampilan kesenian tradisional alat musik angklung dari Angklung Bedas Bengras (Grup Angklung Binaan Gedung Budaya Sabilulungan Disparbud Kab.Bandung) yang membawakan lagu berjudul Sempurna, lagu daerah dan Angklung interaktif.

Demikian kami sampaikan. Terima kasih 🙏🏻

Swab test antigen dan proses registrasi peserta.
Suasana acara : Para narasumber dan para peserta yang hadir secara online dan offline.
Penampilan kesenian tradisonal Tari Rucita Wani dari Sanggar Cantika Studio.
Talkshow dan diskusi dengan para narasumber, yaitu Bapak Dede Yusuf M. Effendi, Bapak Reza Fahlevi, Bapak Hidayat Ramdhan, Bapak Galih Sedayu yang dipandu oleh Bapak Vena Andriawan.
Sesi tanya jawab antara para narasumber dan peserta offline maupun online.
Penyerahan souvenir eksklusif dari DPR kepada para narasumber.
Sesi foto bersama dan penampilan penutup dari Angklung Bedas Bengras (Grup Angklung Binaan Gedung Budaya Sabilulungan Disparbud Kab.Bandung).
Author:

Tinggalkan Balasan