LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS PENGENALAN PELAKSANAAN PERTEMUAN, INSENTIF, KONVENSI DAN PAMERAN (MICE) DENGAN PROTOKOL CHSE DISEKTOR PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR

A. KEGIATAN BIMTEK
Kegiatan Bimbingan Teknis Pengenalan Pelaksanaan Pertemuan, Insentif,
Konvensi, dan Pameran (MICE) dengan Protokol CHSE di Sektor Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif, pada hari Sabtu, tanggal 19 Juni 2021 bertempat di Hotel El
Resas – Kabupaten Lamongan, Jawa Timur
Sebagai informasi seluruh panitia, peserta, dan pengisi acara diperkenankan
memasuki ruangan apabila menunjukkan hasil tes rapid non-reaktif yang dilakukan
sebelum kegiatan berlangsung, suhu tubuh di bawah 37.3C serta terlihat sehat dan
menggunakan masker.
Bimtek dapat kami laporkan sebagai berikut :

Kegiatan Bimtek dihadiri oleh:
1. Bpk. Debby Kurniawan, S. Kom.(Anggota Komisi X DPR RI)
2. Ibu Masruroh, (Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran),
Kemenparekraf RI
3. Bpk. Drs. Sisyanto, MM. (Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kabupaten Lamongan)
4. Bpk. Yusuf Karim Ungsi (Ketua DPD ASPERAPI Jawa Timur) – Narasumber
profesional I
5. Bpk. Septrianto Maulana (Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Jawa
Timur) – narasumber profesional II
6. Ibu Eni Komiarti (Sub Koordinator Kemitraan MICE, Kemenparekraf)
7. Staf Direktorat Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran
8. 100 orang peserta yang terdiri dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.
Lamongan dan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kab. Lamongan

Bimtek ini merupakan upaya mensinergikan unsur legislatif dan eksekutif serta
stakeholders pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat bersama-sama
membangkitkan kembali pariwisata setelah terkena dampak pandemi.
Acara diawali dengan penampilan tarian tradisional, yang dilanjutkan dengan
menyanyikan lagu Indonesia raya yg diikuti oleh seluruh peserta, dan dilanjutkan
dengan pembacaan doa dan sambutan-sambutan.

  • Sesi Sambutan dan Pembukaan Sambutan Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran – Ibu
    Masruroh. Poin – poin yang disampaikan yaitu :
    1. Bimtek ini merupakan salah satu upaya sinergitas pemerintah pusat
    dengan pemerintah daerah dan juga asosiasi seperti ASPERAPI
    (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia)..
    2. Pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor unggulan
    sebelum pandemi.
    3. Saat pandemi kita harus lebih aktif melihat peluang yang ada, banyak
    pelaku pariwisata yang switching menjadi pelaku ekonomi kreatif, yang
    dulunya pengusaha inbound insentif trip sekarang usaha di makanan dan
    minuman.
    4. Pariwisata harus membuktikan bahwa pariwisata bukan yang menjadi
    pusatnya COVID-19, justru kami ingin ini menjadi solusi untuk mengatasi
    keterpurukan ekonomi di masa pandemi
    5. Untuk itu tahun 2020 kami sudah menyusun panduan CHSE untuk hotel,
    event, MICE, arung jeram dll. Walaupun terlihat jadi semakin ribet, akan
    tetapi hal ini harus tetap dilakukan.Semua stakeholder pariwisata harus
    berkolaborasi, tanpa adanya sinergi pariwisata tidak akan bisa bangkit
    kembali.
  • Sambutan Sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Anggota Komisi X
    DPR RI, Bpk. Debby Kurniawan, S. Kom.
    Poin – poin yang disampaikan yaitu :
    1. Ucapan terima kasih kepada kemenparekraf atas penyelenggaraan
    bimtek di Lamongan ini.
    2. Diharapkan para peserta untuk memanfaatkan momen ini karena belum
    tentu diadakan setiap bulan / tahun, dengan para narasumber yang
    sangat bagus untuk membantu Lamongan menjadi lebih baik.
    3. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa menghadapi
    pandemi, pandemi ini nyata dan saya mengingatkan bahwa anjuran
    pemerintah terkait prokes, mohon untuk dipatuhi, tidak hanya di acara ini
    tapi pada pelaksanaan setiap kegiatan.
    4. Kami berharap acara ini bermanfaat bagi kita semua, sehingga ilmu
    tentang ekonomi kreatif dengan melaksanakan protokol CHSE ini dapat
    diterapkan oleh para peserta dalam pengembangan usaha masingmasing.
    Acara dilanjutkan dengan penyerahan souvenir ekslusif dari Kemenparekraf RI
    kepada DPR RI yang diserahkan oleh Ibu Masruroh kepada Bpk. Debby Kurniawan ,
    kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.
    Sesi Pemaparan yang dipandu oleh moderator Bpk. Muzakin (Disparbud Kab.
    Lamongan)

Narasumber I
Bpk. Septrianto Maulana, Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Jawa Timur,
menyampaikan beberapa poin sebagai berikut :
1. Semangat ekonomi kreatif di masa pandemi dengan terus belajar, bersinergi dan memanfaatkan potensi yang ada
2. Pandemi tentunya juga sangat berdampak pada sektor ekonomi kreatif
banyak UMKM yang terpaksa harus menutup usahanya, akan tetapi ada
juga beberapa sektor yang mengalami lonjakan seperti bidang
komunikasi dan internet.
3. Untuk mengatasi tantangan di masa pandemi para pelaku ekonomi
kreatif harus melakukan berbagai strategi seperti : menyesuaikan
beberapa proses bisnis, cari ide baru sesuai tren, daftarkan bisnis di ecommerce serta selalu melakukan pengembangan diri.

Narasumber II
Bpk. Yusuf Karim Ungsi (Ketua DPD ASPERAPI), menyampaikan beberapa
poin sebagai berikut :
1. MICE memiliki dampak langsung terhadap perekonomian dan juga
pembangunan infrastruktur sementara dampak tidak langsungnya yaitu
investasi dan juga dapat menciptakan citra bagi suatu destinasi / negara
2. Destinasi yang ingin menjadi destinasi MICE harus memenuhi indikator
mulai dari fasilitas MICE yang memadai hingga daya dukung dari para
stakeholder MICE setempat.
3. Selain infrastruktur perlu diperhatikan pula terkait kapasitas dan kualitas
SDM MICE, peningkatan kapasitas yang bisa dilakukan dengan
Sertifikasi SDM MICE
4. Pandemi juga tentunya berdampak terhadap industri MICE, akan tetapi
dengan panduan CHSE yang telah dibuat oleh Kemenparekraf tentunya
ini menjadi salah satu harapan bagi kami untuk bisa menyelenggarakan
kegiatan MICE kembali dengan aman.

Narasumber III
Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Lamongan oleh Bpk. Drs.
Sisyanto, MM. Menyampaikan beberapa poin yaitu :MICE memiliki dampak
langsung terhadap perekonomian dan juga pembangunan infrastruktur
sementara dampak tidak langsungnya yaitu investasi dan juga dapat
menciptakan citra bagi suatu destinasi / negara
1. Pengembangan pariwisata di Kabupaten Lamongan saat ini, walaupun
pandemi masih berlangsung pemda Lamongan masih terus melakukan
pengembangan dan juga promosi pariwisata Kabupaten Lamongan
2. Beliau juga menyampaikan bahwa Putra-putri Lamongan yang sudah
sukses baik didalam dan luar negeri agar bisa bersama-sama
membangun Kabupaten Lamongan sehingga berkembang dengan
maksimal.
3. Dari sektor ekonomi kreatif saat ini pemda Lamongan sedang
menggalakkan campaign “Ayo Kita Beli Produk-produk Lamongan”
(karya anak lamongan).

Acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari Kemenparekraf RI yang diserahkan
oleh Ibu Rizki Handayani kepada Ibu Adriana C. Dondokambey, kemudian penyerahan
cenderamata oleh Ibu Masruroh kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara
dan Perwakilan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Minahasa Utara kemudian dilanjutkan
dengan sesi foto bersama seluruh peserta.Dilanjutkan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber dipandu oleh moderator. Sesi Penyerahan Cenderamata dari Kemenparekraf RI untuk para Narasumber dan
moderator yang diserahkan oleh Ibu Eni Komiarti.

Penutupan
Acara ditutup oleh Ibu Eni Komiarti – Sub Koordinator Kemitraan MICE, Kemenparekraf RI
dan dilanjutkan dengan pemberian sertifikat peserta

Proses Swab Antigen dan Registrasi Peserta
Sesi Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Tarian Pembuka dan Pembacaan Doa
Sesi Sambutan
Penyerahan Souvenir Eksklusif Kepada Bpk.Debby Kurniawan
Sesi Foto Bersama
Sesi Pemaparan Para Narasumber
Sesi Pemberian Souvenir Eksklusif kepada Narasumber dan Penutupan

 

Laporan dibuat oleh Amelya Januarysta, Staf Strategi dan Kemitraan MICE

Author:

Tinggalkan Balasan