BISA Fest: Festival Pesona Seni Khas Kabupaten Tangerang dan BISA Fest: Festival Ragam Kuliner Khas Kabupaten Tangerang

BISA Fest: Festival Pesona Seni Khas Kabupaten Tangerang dan BISA Fest: Festival Ragam Kuliner Khas Kabupaten Tangerang dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 13-14 Juni 2023 di Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Kemenparekraf/Baparekraf RI dengan Komisi X DPR RI. Berikut poin-poin yang dapat kami laporkan:

BISA Fest: Festival Pesona Seni Khas Kabupaten Tangerang
Selasa, 13 Juni 2023
Lokasi: Kampoeng Kalapa, Kab. Tangerang

🟠 Kegiatan dihadiri oleh:
1. Anggota Komisi X DPR RI, Ibu Martina Soelistio;
2. Adyatama Ahli Utama Kemenparekraf RI, Bapak Dadang Rizki Ratman;
3. Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banten, Bapak Karnadi;
4. Praktisi Seni dan Budaya, Bapak Y. Nyoman Suko Utomo;
5. Peserta dari pelaku seni, budaya, dan parekraf berjumlah 65 orang.

🟠 Rangkaian Kegiatan:
πŸ”· Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa.

πŸ”· Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan pembuka oleh Sanggar Gema Wirahma.

πŸ”· Sambutan Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Tangerang, Bapak Karnadi, mewakili Kadisporabudpar Kab. Tangerang:
– Terima kasih kepada Kemenparekraf dan Komisi X DPR RI yang telah mengadakan kegiatan BISA Fest di Kabupaten Tangerang yang memiliki potensi akan seni budaya.
– Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendukung dan berkolaborasi untuk dapat mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan seni, budaya, dan pariwisata.
– Berharap para peserta dapat mengambil manfaat sebaik-baiknya agar seni budaya juga tarian daerah yang ada di Kabupaten Tangerang terjaga utuh dan lebih dikenal khalayak luas dengan potensi yang bagus dan kreatifitas para pelaku seninya.

πŸ”· Sambutan perwakilan Kemenparekraf/Baparekraf, Bapak Dadang Rizki Ratman, Adyatama Ahli Utama:
– Kegiatan BISA Fest merupakan bentuk kolaborasi Kemenparekaf dan Komisi X DPR RI yang bertujuan untuk membangkitkan kembali sektor parekraf yang sempat terpuruk akibat pandemi covid.
– Kemenparekraf senantiasa mendorong, mendukung, dan memfasilitasi Kabupaten/Kota untuk selalu meningkatkan kegiatan-kegiatan parekraf yang berdampak langsung pada masyarakat.
– Berharap kegiatan ini dapat berdampak pada ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan hidup untuk membangkitkan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif kedepannya khususnya di Kabupaten Tangerang

πŸ”· Sambutan Anggota Komisi X DPR RI, Ibu Martina Soelistio:
– Kabupaten Tangerang sudah memiliki banyak wisata bahari, wisata religi, dan seni budaya yang membuat kabupaten ini menjadi destinasi wisata yang komplit untuk terus mendapat dukungan baik dari pemerintah pusat dan daerah.
– Kita harus terus menjaga dan melestarikan budaya Indonesia dengan baik dan mempromosikannya hingga ke tingkat mancanegara.
– Membuka kegiatan Bisa Fest: Festival Pesona Seni Khas Kabupaten Tangerang

πŸ”· Penyerahan cendera mata oleh perwakilan Kemenparekraf kepada perwakilan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Tangerang, Anggota Komisi X DPR RI, dan Narasumber, dilanjutkan dengan foto bersama.

πŸ”· Penampilan drama kolosal Jinawi Nagri yang berkisah mengenai ditengah kehidupan masyarakat global yang semakin maju dan modern banyak yang lupa akan jati diri sebuah bangsa. Kerja keras, pengorbanan, perjuangan menjadi ciri kehidupan masyarakat sehari-hari. Untuk mencapai semua itu, adat, budaya dan tradisi seringkali dilupakan bahkan ditinggal kan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang memegang teguh adat, budaya dan tradisi. Kehidupan yang bertradisi, masyarakat yang beradat, bangsa yang berbudaya akan menjadi ciri sebuah bangsa. Untuk mencapai gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja.

πŸ”· Talkshow dan tanya-jawab bersama narasumber, Bapak Y. Nyoman Suko Utomo:
– Dalam sebuah pagelaran seni, ada yang disebut dengan kemasan yaitu terdiri dari tarian, kostum, dan iringan musik.
– Hal lain yang harus diperhatikan adalah attitude seorang penampil ketika berada diatas panggung, seperti memberikan penghormatan kepada para penonton ketika memulai dan mengakhiri sebuah pertunjukan.
– Kesiapan mental juga sangat penting, jangan menjadi nervous yang berakibat tidak sempurnanya penampilan ketika. dipanggung.
– Ada 3 hal baku untuk sebuah performane yaitu:
1. Wiraga (bentuk), unsur utama tarian adalah sebuah gerak
2. Wirasa (rasa), gerakan yang dibawakan harus ikhlas agar maknanya dapat tersampaikan kepada penonton
3. Wirama (irama), irama dan tarian yang dibawakan harus memiliki alur yang sama

πŸ”· Penampilan rampak gendang oleh Sanggar Gema Wirahma

πŸ”· Penampilan akustik oleh Wira Pujangga

πŸ”· Penyerahan piagam penghargaan kepada Narasumber dan seluruh pengisi acara, dilanjutkan foto bersama

BISA Fest: Festival Ragam Kuliner Khas Kabupaten Tangerang
Rabu, 14 Juni 2023
Lokasi: Danau Abah Suradita, Kab. Tangerang

🟠 Kegiatan dihadiri oleh:
1. Anggota Komisi X DPR RI, Ibu Martina Soelistio;
2. Adyatama Ahli Utama Kemenparekraf RI, Bapak Dadang Rizki Ratman;
3. Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Tangerang, Bapak Karnadi;
4. Praktisi Kuliner, Bapak Jamalludin;
5. Peserta dari pelaku kuliner berjumlah 65 orang.

🟠 Rangkaian Kegiatan:
πŸ”· Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa.

πŸ”· Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan pembuka tarian Jawata Banten oleh Sanggar Betari Radika. Tarian ini menggambarkan semangat dan keberanian para jawara dalam menjaga kehormatan dan keadilan di masyarakat.

πŸ”· Sambutan Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Tangerang, Bapak Karnadi, mewakili Kadisporabudpar Kab. Tangerang:
– Adanya kegiatan BISA Fest ragam kuliner ini dapat menjadi ajang pengenalan dan sharing terkait segi produksi, packaging dan pemasaran untuk wisata kuliner.
– Pemerintah Daerah memfasilitasi para UMKM kuliner untuk melegalitaskan produk yang dimiliki dengan persyaratan yang mudah sehingga nantinya dapat membantu perekonomian.
– Kuliner yang menjadi khas dari Kab. Tangerang salah satunya sate bandeng, namun pada tahun ini wisata kuliner tangerang yaitu β€œLaksa” telah diakui oleh wisatawan karena memiliki ciri khas yang berbeda sehingga sekarang menjadi kuliner baru yang digemari.

πŸ”· Sambutan perwakilan Kemenparekraf/Baparekraf, Bapak Dadang Rizki Ratman, Adyatama Ahli Utama:
– BISA singkatan dari Bersih, Indah, Sehat dan Aman yang merupakan program inisiasi dan kolaborasi dengan DPR RI untuk membangkitkan dan memotivasi pelaku parekraf.
– Kegiatan ini harus dimaknai sebagai ajang silahturahmi dan sharing.
– Dalam membuat produk usaha harus mempelajarai 4P (Product, Price, Place, Promotion), selain itu ada 3RS : 1. Resep Sehat (produk yang dijual harus menjaga resep yang sehat), 2. Rasa Sedap (makanan/minuman harus memiliki rasa yang sedap dan disukai oleh konsumen), dan 3. Rupa Suka (branding yang berbeda dengan produk yang lain)

πŸ”· Sambutan Anggota Komisi X DPR RI, Ibu Martina Soelistio:
– Kuliner memiliki 3 (tiga) tujuan, yang pertama adalah ilmu atau seni memasak, seni mengelola, mempersiapkan atau menghidangkan sebuah makanan. Kedua adalah warisan budaya, kuliner mempunyai resep yang turun temurun atau menjadi resep budaya, dan ketiga membantu meningkatkan ekonomi yang praktis, karena kuliner salah satu yang membantu perekonomian Indonesia.
– BISA Fest disini bertujuan untuk menggencarkan para pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan semangat kembali.
– Membuka kegiatan Bisa Fest: Ragam Kuliner Khas Kabupaten Tangerang

πŸ”· Penyerahan cendera mata oleh perwakilan Kemenparekraf kepada perwakilan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Tangerang, Anggota Komisi X DPR RI, dan Narasumber, dilanjutkan dengan foto bersama.

πŸ”· Penyerahan piagam penghargaan kepada Narasumber dan seluruh pengisi acara, dilanjutkan dengan foto bersama

πŸ”· Kunjungan booth kuliner bersama Anggota Komisi X DPR RI, Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Tangerang, Perwakilan Kemenparekraf, dan narasumber. Booth kuliner antara lain:
– Emping Jagung Bi Eti (emping berbahan dasar jangung)
– LACIS (Lapis Cisauk)
– Kedai Umi Firzha (dimsum home made)
– Putri’s Home Cooking (bubur dangdeur yang berbahan dasar singkong)
– Ghurfa Coffee (kopi)

πŸ”· Talkshow dan tanya-jawab bersama narasumber, Bapak Jamalludin:
– Dalam menciptakan sebuah produk harus memperhatikan segmentasi, marketing, dan positioning.
– Segementasi adalah mengelompokan konsumen berdasarkan demografis, psikografis, dan perilaku
– Marketing adalah mengcreate market lalu bagaimana menyampaikan kepada konsumen untuk tahu dan mengenal produk kita.
– Positioning adalah menciptakan branding, membuat tagline dari produknya agar mudah dikenal oleh masyarakat.
– Pemanfaatan sosial media untuk menjangkau konsumen lebih luas lagi.

🟠 Kesimpulan dan Evaluasi Kegiatan:
πŸ”ΉBISA Fest: Festival Pesona Seni Khas Kabupaten Tangerang* dan *BISA Fest: Festival Ragam Kuliner Khas Kabupaten Tangerang dapat menjadi sebuah ajang untuk saling bertukar ide, memberikan inspirasi, dan memotivasi bagi para pelaku parekraf di Kabupaten Tangerang, sehingga tercipta kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.
πŸ”ΉSetelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan masukan yang disampaikan oleh narasumber, termotivasi dan menambah semangat untuk melestarikan dan mempromosikan seni dan kuliner khas Kabupaten Tangerang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Hari-1 Penampilan tarian pembuka

Author:

Tinggalkan Balasan