Festival Pesona Bau Nyale 2024

Penyelenggaraan Festival Pesona Bau Nyale tahun ini mengangkat tema “Seribu Putri”, yang diselenggarakan pada tanggal 29 Februari – 1 Maret 2024 di Tanjung Aan dan Pantai Seger, Mandalika.

 

Gambaran Umum

Festival Pesona Bau Nyale 2024 merupakan acara tahunan yang selalu disambut meriah oleh warga lokal. Karena antusiasme warga, wisatawan pun semakin penasaran dan berbondong – bondong menyaksikan. Nilai adat dan kepercayaan masyarakat lokal tentang budaya turun temurun seperti ini pastinya wajib dilestarikan dan terus dipertahankan. Masyarakat memercayai bahwa nyale adalah jelmaan dari rambut putri mandalika. Sebagai bentuk penghormatan, diadakanlah ritual adat setiap tanggal 20 pada bulan 10 (menurut perhitungan kalender sasak).

 

Event Festival Pesona Bau Nyale 2023 dihadiri oleh:

  1. Pj Sekretaris Daerah Provinsi NTB;
  2. Bupati Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Kapolres Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Komandan Kodim 1620 Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB;
  7. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.

 

Rangkaian kegiatan malam puncak Festival Pesona Bau Nyale 2024:

Malam Puncak Festival Pesona Bau Nyale 2024

  • Acara diawali dengan penampilan Colokaq.

Penampilan musik tradisional khas Suku Sasak Lombok Timur. Musik Cilokaq terdiri dari bermacam-macam alat musik tradisional seperti gendang, suling, kempul, rincik, dan jidur untuk mengiringi lagu-lagu daerah

  • Pembukaan oleh MC dan dilanjutkan penampilan tari tradisional sasak taka mirah.
  • Sambutan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Salahuddin Uno Melalui Video Tapping

Kemenparekraf berharap event ini bisa terselenggara dengan lancar dan sukses menjadi event yang berkelanjutan menggiatkan industri parekraf untuk semakin kreatif mengemas produknya yang mampu menarik kunjungan wisatawan sehingga dapat mendorong pergerakan industri pariwisata dan ekonomi kreatif membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta dapat menimbulkan multiplier effect bagi para pelaku industri parekraf di kabupaten lombok tengah

  • Penobatan Putri Mandalika 2024

Sabila Syahwal nomor urut 11 berhasil keluar menjadi juara dan memperoleh nilai tertinggi berdasarkan dari penilaian oleh dewan juri. Selain merebutkan Mahkota Putri Mandalika, 15 finalis lainnya juga merebutkan 4 katagori lainnya.

Diantarnya Putri Mandalika Favorite 2024 diperoleh oleh Aula Rizkiyana nomor urut 08 yang berasal dari Kota Mataram.

Putri Mandalika Berbakat 2024 diperoleh oleh nomor urut 06, Ayi dw Juliarti yang berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.

Kemudian Putri Mandalika Kebudayaan tahun 2024 diperoleh nomor urut 15, oleh Wanda Nabila berasal dari Kota Mataram.

Dan terakhir, Putri Mandalika Pariwisata 2024 diperoleh oleh Yulistia Maesarah nomor urut 02, yang berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.

  • Sambutan oleh PJ Sekda Provinsi NTB

budaya ini tidak boleh hilang agar dapat terus dilestarikan bersama. “Perjalanan panjang pemerintahan, dari Bupati yang terdahulu sampai yang sekarang, budaya ini tidak boleh hilang , dari ratusan tahun dan dikemas dengan berbagai event dan kegiatan, Generasi tua menghargai yang muda, yang muda menghormati yang tua, sehingga nanti rasa aman itu akan terjalin, diantara kita semua untuk menumbuh kembangkan semangat ekonomi di Kabupaten Lombok Tengah

  • Sambutan Bupati Kabupaten Lombok Tengah

Pesona Bau Nyale yang menjadi Budaya dan Tradisi turun temurun masyarakat Lombok Tengah, Legenda Nyale  yang diyakini oleh masyarakat suku sasak Lombok Tengah merupakan jelmaan dari Putri Mandalika yang memilih menceburkan diri ke pantai laut selatan untuk menghindari perpecahan dan peperangan antar Tiga Raja kala itu yang ingin mempersunting Putri Mandalika.“Maka Bau Nyale ini mengajarkan kita untuk bagaimana mengedepankan rasa keadilan, kebersamaan.

setiap tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak, yang menjadi penentu waktu munculnya Jelmaan dari Putri Mandalika itu yakni Nyale atau Cacing Laut, ribuan masyarakat dari dalam dan luar Lombok, bahkan dari luar Negeri datang berbondong – bondong ke Pantai Selatan Lombok Tengah untuk menangkap Nyale.” Dalam bahasa Sasak, bau artinya menangkap dan Nyale adalah cacing laut yang diyakini merupakan Jelmaan dari Putri Mandalika. Dan sebelum Bau Nyale, berbagai kegiatan seperti penobatan Putri Mandalika, Betandak (berbalas pantun), hiburan musik, Pertunjukan Wayang dan ritual menyambut kemunculan Nyale dilakukan. Kemudian setelah itu warga mulai turun ke laut dengan membawa lampu, sorok (jaring) dan ember untuk menangkap cacing laut yang muncul sebelum matahari terbit. Semoga semua tidak pernah bosan untuk melihat keindahan alam Lombok Tengah.

  • Maos Aksara Lontar

Maos merupakan tradisi pembacaan naskah lontar yang dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Pulau Lombok. Secara harafiah pepaosan berasal dari kata paos atau maos yang berarti baca dan bahan yang dibaca, tulisan yang terdapat pada lontar. 
Tradisi pepaosan biasanya akan digelar pada saat pelaksanaan berbagai ritual adat suku sasak, seperti acara pernikahan, khitanan, upacara kematian dan lain sebagainya.

  • Betandak

Betandak merupakan salah satu bentuk kekayaan tradisi lisan yang 
dimiliki oleh suku Sasak, Pulau Lombok berupa syair, seringnya berbentuk pantun. Tradisii Betandak dilaksanakan pada saat masyarakat sasak akan turun untuk menangkap ikan dilaut. Kemudian tradisi ini dilantunkan oleh masyarakat suku Sasak untuk menghibur diri sembari menunggu datangnya pagi. Sebab pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk menangkap ikan, tepatnya setelah air laut surut cukup jauh dari garis pantai.

  • Penampilan Hiburan

Penampilan hiburan dari band lokal asal lombok The Datu dan Amtenar sebagai band kebanggaan masyarakat lombok.

  • Wayang Kulit Sasak

Wayang Sasak merupakan wayang kulit yang berkembang kalangan masyarakat suku Sasak, Pulau Lombok. Konon, perkembangan kesenian ini bersamaan dengan penyebaran agama Islam di abad ke 16 yang dibawa oleh Sunan Prapen. Selain itu, kehadiran wayang kulit sasak ini juga bersamaan dengan an wayang golek yang berkembang di Jawa dengan sama-sama mengambil cerita Wong Menak. Sehingga tak heran, wayang kulit sasak juga sering kali dikenal dengan sebutan Wayang Menak.

  • Pembacaan Doa Ritual Bau Nyale

Pembacaan doa oleh para tetua adat sebagai tanda dimulainya ritual Bau Nyale, setelah proses ini para masyarakat dapat mulai menuju Pantai Seger untuk melakukan Bau Nyale.

  • Pengambilan Nyale

Kegiatan pengambilan Nyale dilakukan pada waktu dini hari sekitar pukul 4 pagi, saat air pantai mulai surut, masyarakat berbondong bondong untuk segera mencari dan menangkap Nyale atau cacing laut.

 

Evaluasi Penyelenggaraan Event Festival Pesona Bau Nyale 2024

  1. Festival Pesona Bau Nyale 2024 dengan tema “Seribu Putri” terselenggara cukup baik dengan melibatkan kolaborasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah dan pelaku seni dan budaya.
  2. Promosi yang dilakukan oleh penyelenggara untuk Festival Bau Nyale tahun 2024 sudah lebih baik dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun ini, sudah ditempatkan spanduk, baliho di beberapa titik yang strategis, seperti di :
    • Eks kantor Bupati
    • Renteng
    • Mujur
    • Biao
    • Kopang
    • Depan bandara
    • Samping pendopo bupati
    • Depan kantor bupati
    • Depan pasar Kuta

Dan juga bekerjasama dengan 36 media online dan 6 radio

3.  Rangkaian kegiatan difokuskan pada keikutsertaan banyaknya para pelaku seni dan budaya yang terlibat dalam rangka mengisi berbagai rangkaian acara gelar seni budaya selama event berlangsung, sehingga terlihat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Untuk data jumlah para pelaku seni budaya masih menunggu konfirmasi dari pihak penyelenggara.

4.  Layout panggung utama dan panggung side event kurang terlihat menarik, karena dekorasi panggung masih terlihat cukup minim dan kurang menampilkan kearifan lokal dari Nusa Tenggara Barat ataupun Lombok Tengah itu sendiri.

5.  Pedagang makanan sangat banyak, namun tidak adanya UMKM yang terlibat pada kegiatan.

6.  Kurangnya tegasnya penjagaan untuk sterilisasi area sehingga banyaknya kendaraan pribadi yang keluar masuk area.

7.  Kurangnya tempat sampah yang tersedia, sehingga kebersihan pada saat kegiatan kurang terjaga dengan baik.

8.  Konsep dan gagasan penyelenggaraan festival sudah cukup baik, karena telah berlangsung untuk yang kesekian kalinya. Namun, sekiranya pedampingan terkait manajerial event masih sangat diperlukan guna pengemasan konsep event, bentuk visual event, dan hal – hal teknis lainnya dapat terlaksana jauh lebih baik.

Author: Vitria Narwastu

Tinggalkan Balasan