INTERNATIONAL CONFERENCE, “Heritage of Toba, Natural and Cultural Diversity”

Konferensi internasional ini merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf/Baparekraf dengan Kompas untuk menggali penguatan produk wisata di Danau Toba agar bertaraf internasional sehingga Danau Toba sebagai destinasi super prioritas dan juga bagian dari UNESCO Geopark Global yang telah ditetapkan pada 2 Juli 2020 dapat semakin mendunia dan mensejahterakan masyarakat di Kawasan Danau Toba

Kegiatan ini dihadiri oleh:

  • Bapak Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  • Sofyan Tan, Anggota Komisi X DPR RI
  • Bapak Prof. Djohar Arifin Husni, Anggota Komisi X DPR RI
  • Ibu Cory Sebayang, Bupati Karo
  • Bapak Eddy Keleeng Ate Berutu, Bupati Dairi
  • Ibu Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events)
  • Mohamed Djelid, Director of UNESCO Jakarta
  • Kosmas Harefa, Asdep Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
  • Restu Gunawan, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi
  • 100 peserta yang hadir secara luring dan 500 peserta luring dan disaksikan secara langsung dari kanal YouTube Kemenparekraf dan Kompas TV terdiri dari perwakilan pemerintah pusat, Bupati dan Kepala Dinas Pariwisata di 8 Kabupaten di Kawasan Danau Toba, perwakilan pengelola geopark, ketua adat, pemuka agama, asosiasi pariwisata dan ekonomi kreatif, pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, akademisi, komunitas masyarakat, media, dan 10 pemenang kompetisi blog KOMPASIANA.

Rangkaian Kegiatan

A. Konferensi Internasional Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity.

Konferensi Internasional Heritage of Toba ini dilaksanakan dengan penerapan CHSE MICE agar memberikan keamanan dan kenyamanan melakukan kegiatan MICE pada masa pandemi.Kegiatan ini beradaptasi dengan tatanan kenormalan baru dengan cara menerapkan panduan CHSE MICE dalam pelaksanaannya. Kegiatan ini juga berinovasi dengan memanfaatkan teknologi untuk pelaksanaan kegiatan secara hybrid dan menggunakan venue outdoor

  1. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, pemutaran video the Heartbeat of Toba, sambutan – sambutan, serta dibuka secara resmi oleh Bapak Sandiaga Uno, Menparekraf/Baparekraf. Kemudian, dilanjutkan penampilan tarian daerah dengan judul Tari Hata Sapisik dari sanggar tari TB Silalahi
  2. Konferensi internasional terbagi dalam 2 sesi

Sesi I: Kaldera Toba: Menyambung Peradaban Zaman (Toba Caldera: Connecting the Civilization from Different Eras)

Narasumber :

Dr. Indyo Pratomo yang menyampaikan tentang Toba Caldera dan potensi geowisata dengan poin-poin:

  • Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia, terbentuk dari erupsi supervulkano.
  • erupsi supervulkano terjadi sebanyak tiga kali dan ini mengakibatkan kerusakan secara global. Erupsi ini juga membentuk bentang alam Sumatera, dan secara khusus di Toba terbentuknya Pulau Samosir,
  • Bentang alam yang terbentuk mengakibatkan Toba rawan gempa, sehingga berpengaruh pada arsitektur rumah tradisional Batak yang tahan gempa.

Prof. Harini Muntasib yang menyampaikan tentang Optimalisasi Sektor Pariwisata    Danau Toba melalui Pengembangan Wisata Berwawasan Lingkungan dengan poin-poin berikut:

  • Bentang alam, panorama, endapan danau, lahar, flora dan fauna yang ada di Toba menjadikan Toba adalah museum alam dunia yang luar biasa yang harus dijaga.
  • Kebanggaan akan Toba perlu dibangun. Tidak hanya kebanggaan karena memiliki Danau Toba, tetapi bagaimana dapat berkarya untuk menjadikan Toba sebagai daerah tujuan wisata kelas dunia.
  • Warga Batak harus yang utama membangun, kalaupun ada yang lain, sifatnya adalah untuk pendampingan. Harus ada kesamaan persepsi pengusaha dan pemerintah bahwa wisata tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi untuk pelestarian sumber daya. Hak masyarakat adat (sosial dan budaya) harus dihargai dan mempunyai hak utama apabila menjadi salah satu daya tarik wisata Toba.
  • Kawasan Danau Toba dapat diangkat sebagai destinasi MICE untuk mengangkat tema-tema terkait gunung api tingkat dunia, danau tingkat dunia, wisata gunung tingkat dunia, wisata danau tingkat dunia

Anette Horschmann yang menyampaikan tentang penguatan pengembangan produk pariwisata di Danau Toba dengan poin-poin sebagai berikut:

  • pariwisata di Toba harusnya dikembangkan dengan berkualitas harusnya low impact, tidak menggunakan banyak sumber daya dan tidak banyak menimbulkan limbah.
  • pembangunan green hotel harus didukung, misalnya dengan insentif pajak.
  • ada banyak jalan yang sudah diperbaiki tapi ada juga banyak yang longsor,
  • network of cable cars misalnya dari Tomok sampai ke Tele, Humbang Hasadutan hingga Silangit. Cable car atau kereta gantung yang ramah energi dan ramah lingkungan untuk menambah atraksi wisata dan mempermudah mobilitas orang menuju destinasi pariwisata
  • pelaksanaan event yang ramah lingkungan
  • the New Toba harusnya sustainable, quality experience (good service and good nature), produk kreatif lokal (UMKM)

Hans Thulstrup yang menyampaikan tentang Toba Caldera: A UNESCO Global Geopark dengan poin-pon sebagai berikut:

  • situs-situs yang ditetapkan oleh UNESCO dimaksudkan untuk mengajak pemerintah pusat, masyarakat lokal, ilmuwan, pendidik dan semua pemangku kepentingan untuk bekerja bersama-sama memastikan konservasi dan keberlanjutan situs tersebut.
  • penetapan situs dunia oleh UNESCO berdasarkan proses bottom-up dan perlunya komitmen kuat semua pemangku kepentingan.
  • 4 hal penting dalam pngelolaan geopark nilai internasional dalam pusaka geologis, manajemen (dirancang untuk menjawab kebutuhan sosial ekonomi termsukan pelindungan lansekap dan identitas kultural), visibilitas (mempromosikan pengembangan berkelanjutan ekonomi lokal, terutama melalui geowisata) dan jejaring (kerjasama dengan masyarakat lokal termasuk Global Geoparks Network).
  • Penetapan UNESCO Global Geopark adalah awal dari keberlanjutan geopark yang sudah ditetapkan, dan harus dilindungi berdasarkan hukum adat ataupun undang-undang yang berlaku tetapi tidak berarti terbatas untuk aktivitas ekonomi. Penetapan ini berlaku selama 4 tahun dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi kembali kualitasnya dan perannya bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Sesi II: Kolaborasi Budaya, Masyarakat, dan Pariwisata Toba (The Collaboration of Toba’s Culture, Society, and Tourism)

Narasumber:

Prof. Uli Kozok menyampaikan tentang wisata budaya dengan poin-poin sebagai berikut:

  • Wisata apapun hendaknya ada unsur budaya, menghibur juga mendidik
  • Wisata berwawasan budaya harusnya juga wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dalam hal ini wisatawan dapat belajar tetang budaya, adat istiadat, sejarah dll sehingga dapat menghargai budaya kita
  • Ada banyak wisata yang dapat dikembangkan di Danau Toba seperti agrowisata, eduwisata (bahasa, budaya, ilmu bumi, arsitektur, dll), ekowisata, gastronomi, wisata tirta.

Athan Siahaan yang menyampaikan tentang Kain Ulos Batak Toba sebagai Kekayaan Budaya yang Berpotensi Mendorong Pariwisata Toba, dengan poin-poin sebagai berikut:

  • Ulos adalah bagian dari kehidupan masyarakat Batak
  • Ulos adalah kekayaan budaya yang sangat tidak ternilai harganya dan dapat mendorong pariwisata Toba
  • perlunya revitalisasi motif-motif ulos yang hampir punah
  • Ulos perlu diperkenalkan kepada orang yang belum mengenal ulos sehingga membuka pasar baru dan memberikan peluang peningkatan kesejahteraan para penenun ulos

Santhi Serad yang menyampaikan tentang ragam kuliner Batak sebagai Daya Tarik Potensi dan Faktor Pengembangan Pariwisata Toba dengan poin-poin pembahasan sebagai berikut:

  • kuliner merupakan elemen budaya suata bangsa. kuliner Sumatera Utara memiliki karakter kuat yang memiliki beragam pengaruh dari daerah sekitarnya maupun budaya luar, dan juga terbuat dari bahan yang unik (seperti andaliman, gelugur, kecombrang)
  • kuliner Batak, termasuk ragam bumbunya perlu lebih gencar dipromosikan melalui storytelling mengenai adat dan budaya yang menarik, dan disajikan di hotel dan homestay
  • kolaborasi chef dan praktisi kuliner dalam mempromosikan masakan lokal Batak di tingkat Nasional
  • inovasi pengelolahan bahan pangan lokal untuk oleh-oleh
  • membuka destinasi wisata kuliner berbasis pengolahan makanan tradisional (pengolahan tuak, kopi, Dali ni Horbo), pusat kuliner, tempat para wisman dapat belajar masak, masakan khas Sumatera Utara, sentra untuk penjualan bumbu masak khas Batak

Restu Gunawan, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kemendikbudristek

  • UU 5/2017 tentang Pemajuan Budaya adalah pemanfaatan objek budaya untuk kesejahteraan masyarakat
  • Peran kepala desa sangat penting untuk pemajuan objek budaya, karena desa adalah lumbung budaya, dan masyarakat desa harus mengenali potensi desanya (kuliner, wastra, sejarahnya) kemudian memperkuat narasinya sehingga nanti dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat

Viky Sianipar yang menyampaikan tentang pemajuan musik lokal

  • Toba memiliki sumber yang sangat luar biasa tetapi lebih banyak memenuhi segmen lokal, belum mengemasnya untuk lebih banyak segmen, misalnya wisatawan asing yang tidak memiliki memori tentang Toba, anak muda Batak yang tidak lahir di tanah Batak.
  • Musik Batak adalah ekspresi pribadi kepada Tuhannya, tetapi bukan berarti tidak bisa diaransemen kembali untuk memperkaya nilai dan membuat segmen yang lebih besar
  • pentingnya menyasar anak muda dan bagaimana mengemas lokal produk untuk lebih universal
  1. Kegiatan ditutup oleh Ibu Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf .
  • Pentingnya mempertahankan dan menguatkan produk wisata yang ada di Toba, dengan mengedepankan kearifan lokal dan pelestarian lingkungan. Sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk berwisata tapi juga memberikan kontribusi dalam pemanfaatan lingkungan, berkontribusi terhadap pengembangan, dan konservasi budaya.
  • Partisipasi dan keterlibatan masyarakat sangat penting lokal untuk membangun New Toba, termasuk oleh gereja dan akademisi lokal

B. Pameran UMKM Khas Toba

    Selain kegiatan konferensi internasional, juga diadakan Pameran  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produk kreatif Toba yang  diikuti oleh UMKM  khas Toba  mulai dari kuliner, fashion dan kriya  yaitu Blessing Cake Tarutung, Brams Tambunan Kuliner, Sambal Andalima,  Toba Habinsaran, Dear Kopi Siantar, Kopi Sinergy, Teh Serai, Mauas Madu, sabina.collection, Rehani Tenun Batun Official, Oliviahandmade, Batikra Batak, Dame Ulos.   Peserta yang mengikuti konferensi International secara luring dapat  melalukan pembelian produk UMKM dengan pembayaran non tunai yaitu e-voucher yang diberikan dengan kode QR. Kegiatan pameran UMKM pada konferensi internasional ini telah menghasilkan total transaksi pembelian sebesar Rp. 27.182.350

    C. Kegiatan Insentif Trip

    Selain kegiatan konferensi juga dilaksanakan perjalanan insentif bagi para pemenang kompetisi blog Kompasiana. Kompetisi blog yang bertema “Heritage of Toba” ini mengajak netizen Kompasianer membuat konten artikel tentang ide, gagasan serta promosi tentang pengembangan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mensejahterakan masyarakat yang ada di kawasan Danau Toba. 10 orang pemenang terpilih mendapatkan hadiah untuk mencoba jalur wisata tematik Kemenparekraf. Trip dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 14-15 Oktober 2021.

    • Insentif Trip hari I: Kamis, 14 Oktober 2021. Melihat awal Toba Caldera yang membentuk kesuburan tanah di sabuk Porsea dengan mengunjungi Taman Eden 100. Peserta diajak melihat air terjun dan tanaman endemik Toba seperti andaliman dan anggrek Toba serta berkontribusi terhadap kelestarian alam dengan menanam pohon dan Berpetualang di bagian terbawah danau Kaldera Toba dengan mengunjungi Desa Wisata Silalahi Sabungan aktivitas: berkunjung ke Tugu Raja Silalahi Sabungan. Peserta diajak mendengarkan cerita sejarah Danau Silalahi yang seolah-olah terpisah dari Danau Toba serta belajar keragamaan budaya Batak dan bagaimana suku-suku Batak dapat hidup berdampingan. Selain itu peserta juga belajar menari tortor dengan iringain gondang, dan menikmati makanan khas Bata
    • Insentif Trip hari II: Jumat, 15 Oktober 2021. Menguak misteri Pulau Samosir dengan mengunjungi Pusat Informasi Geopark Caldera dan Desa Sianjur Mula-mula dan Batu Hobon. Peserta diajak mempelajari bagaimana terjadinya erupsi supervulkanik yang menyebabkan terjadinya Pulau Samosir serta belajar bagaimana asal muasal suku Batak dan Mengeksplor bukti erupsi Toba Supervulkano di sabuk dengan mengunjungi pusat pengolahan kopi UD&BB dan café Sitalbak. Peserta diajak untuk melihat proses pembuatan dan menikmati kopi lintong yang mendunia.

    D. Kesimpulan

    • Kegiatan International Conference Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity disambut dengan baik oleh peserta.
    • Berdasarkan jejak-jejak geologisnya, setiap tempat di Toba dapat dinterpretasikan dan perlunya mengembangkan kerja sama antar kabupaten untuk menjalin cerita yang utuh dalam rangka pengembangan geowisata.
    • Mekanisme pengelolaan Toba adalah kolaboratif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.
    • Green Toba dapat diwujudkan dan perlu didorong melalui pendampingan, studi banding, coaching, training  untuk  pemerintah daerah dan masyarakat lokal.

    E. Tindak Lanjut

    Kegiatan International Conference Heritage of Toba, Natural and Cultural Diversity akan dilanjutkan dengan kegiatan _International Conference di DSP Mandalika pada 15 November 2021

    Daftar terlampir dokumentasi kegiatan dan link berita kegiatan.

    1. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2021/10/12/menengok-kembali-keindahan-kawah-raksasa-toba
    2. https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2021/10/12/pandemi-mulai-terkendali-pariwisata-danau-toba-mulai-bangkit
    3. https://www.antaranews.com/berita/2456293/kemenparekraf-gelar-konferensi-internasional-danau-toba
    4. https://rri.my.id/2021/10/13/kemenparekraf-gelar-konferensi-internasional-danau-toba/
    5. https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/lKYreOVN-kemenparekraf-dorong-pariwisata-berkelanjutan-di-danau-toba
    6. https://medan.tribunnews.com/2021/10/13/rizki-handayani-angkat-bicara-soal-potensi-pariwisata-kawasan-danau-toba
    7. https://medan.tribunnews.com/2021/10/13/international-conference-heritage-of-toba-resmi-dibuka-ini-harapan-menparekraf-sandiaga-uno
    8. https://www.antaranews.com/berita/2456885/kemenparekraf-dorong-pariwisata-danau-toba-berkelanjutan
    9. https://www.youtube.com/watch?v=yoVpzyWV3dw
    10. https://www.youtube.com/watch?v=KEXGuvgPBdA
    11. https://biz.kompas.com/read/2021/10/07/093139528/jaga-warisan-danau-toba-kemenparekraf-gelar-konferensi-internasional-heritage-of
    12. https://www.youtube.com/watch?v=HbYDg-Fc8Zs
    13. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2021/10/13/kekayaan-kebudayaan-dan-alam-daya-tarik-pariwisata-toba
    14. https://regional.kompas.com/read/2021/10/14/072324178/membangun-danau-toba-situs-warisan-dunia-yang-luar-biasa-menjadi-destinasi
    15. https://regional.kompas.com/read/2021/10/14/125735678/dpr-dorong-wisata-danau-toba-sasar-turis-timur-tengah-ini-alasannya
    16. https://regional.kompas.com/read/2021/10/14/075134878/kita-harus-menunjukkan-keindahan-alam-dan-budaya-danau-toba-ke-dunia
    17. https://regional.kompas.com/read/2021/10/14/131646178/selain-keindahannya-makanan-khas-danau-toba-juga-berpotensi-menarik
    18. https://www.youtube.com/watch?v=5XLt6PSFKNk
    19. https://www.youtube.com/watch?v=dk-VRGgqyxU
    20. https://youtu.be/y5bll7Y7jRI
    21. https://instagram.com/stories/hariankompas/2685644002224461709?utm_source=ig_story_item_share&utm_medium=copy_link
    Registrasi Peserta, Pelaksanaan Swab Antigen untuk seluruh Peserta, dan Pembagian Souvenir Peserta
    Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Membaca Doa
    Sambutan oleh:
    • Bapak Kosmas Harefa – Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Marves RI
    • Bapak Sofyan Tan – Anggota Komisi X DPR RI
    • Bapak Djohar Arifin Husin – Anggota Komisi X DPR RI
    • Bapak Zumri Sulthony – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara
    Sambutan oleh:
    • Bapak Mohammed Djelid – Direktur UNESCO Jakarta
    • Ibu Rizki Handayani Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events)
    Sambutan oleh Bapak Eddy Keleng Ate Berutu – Bupati Dairi dan Ibu Cory Sriwaty Sebayang – Bupati Karo, serta Penyerahan Souvenir Eksklusif
    Sambutan Pembukaan oleh Bapak Sandiaga Salahuddin Uno – Menteri Pariwisata dan Ekono Kreatif / Baparekraf RI
    Pemukulan Gondang sebagai Peresmian dimulainya International Conference Heritage of Toba
    eminar Sesi I:
    ▪︎ Pengantar oleh Ibu Arita Nugraheni – Moderator
    ▪︎ Sesi Paparan oleh Narasumber:
    • Ibu Harini Muntasib – Ahli Ekowisata IPB
    • Bapak Indyo – Ahli Geologi ITB
    • Ibu Annette Horschmann – Aktivis Lingkungan
    Seminar Sesi II:
    ▪︎ Paparan oleh Narasumber:
    • Bapak Ulil Kozok – Ahli Budaya Batak, University of Hawaii
    • Athan Siahaan – Fashion Designer
    • Viky Sianipar – Musisi Batak
    • Santhi Serad – Praktisi Kuliner
    Sesi Diskusi dan Tanya Jawab Peserta
    enutupan International Conference Heritage of Toba oleh Ibu Rizki Handayani, serta Sesi Door Stop Media
    Suasana Mini Exhibition UMKM

    Laporan disusun oleh Yolanda Caroline

    Staf Direktorat Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pamera

    Author:

    Tinggalkan Balasan